Showing posts with label Shorebird. Show all posts
Showing posts with label Shorebird. Show all posts

27 November 2022

Nordmann Greenshank, Muara Progo, 10 November 2014

Senik, 27 November 2022

Trinil nordmann, 10 November 2014 | Muara Sungai Progo, Yogyakarta

Minggu malam di Pedukuhan Senik, Kalurahan Bumirejo, Lendah, Kulon Progo cuaca sedang hujan yang memang sedari sore belum juga berhenti. Kopi arabika deles, merapi yang saya seduh tubruk menjadi wedang pendamping sambil metani folder foto-foto burung dari tahun lampau. November 2014, baru teringat kalau bulan itu delapan tahun yang lalu pernah memotret burung pantai Trinil Nordmann (Tringa guttifer). Burung pantai migrant yang populasinya terancam punah. Menurut para ahli jumlah populasinya terbilang sedikit sehingga para peneliti burung pantai dunia menaruh perhatian terhadap jenis ini. Menurut data dari Birdlife Internasional poplasinya saat ini ada di kisaran 600-1300 individu saja.

16 October 2022

Cerek Jawa, Javan Plover, Charadrius javanicus

Burung Cerek jawa, Charadrius javanicus, merupakan jenis burung pantai yang dilindungi di Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara ini. Meskipun saat ini kondisinya jauh dari perlindungan sih,.. hehe. 

Javan Plover | Trisik Lagoon | July 2015

Dulu, burung pantai ini hanya ditemukan di wilayah Jawa dan Bali saja. Kemudian dengan banyaknya kegiatan pengamatan di berbagai lokasi temuan-temuan di lapangan seperti di Sumatra, Bangka Belitung, Sulawesi, Nusa Tenggara, bahkan sampai ke Timor Leste untuk wilayah timur dan barat hingga ke Singapura (Taufiqurrahman, et.al 2022).

10 October 2022

Trinil kaki-merah, Common Redshank, Tringa totanus | Poncosari, Bantul

Poncosari, Bantul, Yogyakarta 22 September 2022

Juvenile, Poncosari 22.09.2022


Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki warna kemerahan atau terkadang terlihat agak ke-oranye. Masih satu keluarga dengan Scolopacidae, dari genus Tringa. Pengunjung yang umum dan rutin di Muara Sungai Progo hingga pesawahan Desa Banaran di Kulon Progo, Yogyakarta. Mereka yang bermigasi dari wilayah bumi bagian utara ini singgah sementara pada saat perjalanan migrasinya. Keperluan mereka singgah sama seperti ketika manusia dalam misi perjalanan jauh kemudian berhenti di rest area, mencari makan, setelah dirasa cukup maka kembali melanjutkan perjalanan.

Kedidi jari-panjang, Long-toed Stint, Calidris subminuta di Muara Sungai Progo, Yogyakarta

Minggu 9 Oktober 2022 sekitar pukul 15.30 wib sampai di Muara Progo. Di sana sudah ada Fatih, mahasiswa biologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sedang melakukan pengamatan dan pendataan burung pantai migrant di lokasi tersebut untuk penelitian skripsinya.

Di tengah, di hamparan lumpur sungai itu terlihat sekitar 33 individu burung Biru-laut ekor-hitam sedang mencari makan. Beberapa burung lain mengikuti rombongan itu. Ada dua individu jenis Kedidi yang nyempil di antara biru-laut. Saya foto dan dilihat dari hasil rekaman kamera jenis itu kemudian teridentifikasi sebagai Kedidi jari-panjang atau Calidris subminuta. 

Berikut fotonya!

Long-toed Stint | Muara Progo, Yogyakarta | 09.10.2022

Long-toed Stint | Muara Progo, Yogyakarta | 09.10.2022


03 October 2022

Red-necked Phalarope, Kaki-rumbai kecil, Phalaropus lobatus

Bantul, Yogyakarta 22.09.22

Di awal bulan migrasi burung di Yogyakarta ini kami sudah diberi bebera kejutan untuk jenis-jenis yang jarang ditemui di awal musim migrasi. Kaki-rumbai kecil (Phalaropus lobatus) ini misalnya, jenis ini pada musim-musim sebelumnya selalu terlihat di akhir musim migrasi. Biasanya terlihat di bulan oktober menjelang November. Selain waktu, jumlah individu yang kami lihat pun cukup banyak. 5 individu di satu lokasi.

02 October 2022

Red Knot, Kedidi Merah, Calidris canutus


Suatu kebanggaan bisa mendokumentasikan burung ini dengan sisa bulu berbiak yang masih bisa terlihat. cari-ciri itu hanya akan terlihat untuk burung-burung dewasa yang datang lebih awal ke Muara Sungai Progo, Yogyakarta.

Muara Progo, 24/09/2022

28 September 2022

Trinil ekor-kelabu, Grey-tailed Tatler, Tringa brevipes

Musim migrasi sudah dimulai. Sudah sejak bulan September ini beberapa spesies mulai berdatangan di wilayah desa Banaran hingga muara sungai progo yang berada di antara kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Bahkan untuk jenis burung Trinil (Tringa glareola) semak sudah mulai terdengar suaranya melintas di atas rumah kami sejak bulan Agustus.

Jenis satu ini misalnya, Trinil ekor-kelabu (Tringa brevipes) ini sudah sejak minggu kedua di bulan september ini terpantau di Muara Sungai Progo. Sejauh pantauan kami jenis ini tercatat minimal ada 5 individu yang kami lihat di sekitar muara. Burung trinilekor-kelabu ini termasuk burung pantai pertama yang berhasil saya identifikasi ketika awal dulu menyukai kegiatan pengamatan burung. Pertama kali mengidentifikasi trinil ekor-kelabu dulu di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Propinsi Banten.

Trinil ekor-kelabu difoto di Pulau Panaitan tahun 2009 menggunakan digiscoping

Di atas ini hasil fotonya pas tahun 2009 menggunakan metode digiscoping kamera digital pocket Canon dan Kowa TSN-600.

Berikut ini foto Trinil ekor-kelabu yang kami dokumentasikan tanggal 22 September 2022, minggu lalu di muara sungai progo.

22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500

22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500

22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500

Juvenile, 22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500



27 November 2021

Biru-laut ekor-hitam, Limosa limosa, Black-tailed Godwit #phonescoping #kowaoptics

14 individu Biru-laut ekor-hitam, 17/10/2021

Muara Progo, D.I. Yogyakarta (17/10/2021) - Burung Biru-laut ekor hitam atau Limosa limosa ini merupakan pengunjung yang rutin mampir di Muara Progo. Mereka bermigrasi untuk menghindari musim dingin yang begitu ekstrim di habitat aslinya. Mereka yang berada di belahan bumi utara akan mengalami musim dingin yang begitu ekstrim setiap tahunnya dan akan kesulitan mencari makan. Untuk itulah mereka bermigrasi supaya dapat bertahan hidup dan melanjutkan hidup.
Nah, Mura Progo dan wilayah persawahan di Desa Banaran, Galur, Kulon Progo menjadi lokasi persinggahan burung-burung pantai migrant yang sedang menuju tujuan akhir mereka di Australia.
Pada tanggal 17 Oktober 2021 saya cukup beruntung karena bisa menjumpai jenis ini dengan jumlah  mencapai 14 individu. Jumlah terbanyak untuk jenis ini yang pernah saya lihat di muara progo.

Waktu burung-burung itu mendarat saya langsung mengarahkan spotting scope (monokuler) Kowa TSN 4 untuk memastikan jenisnya dan hitung jumlahnya. Selepas itu upayakan untuk melakukan dokumentasi. Karena kamera hanya menggunakan lensa pendek maka saya menggunakan HP redmi note 9 kombinasi dengan spotting scope sehingga jadilah metode fotografi ini yang namanya #phonescoping #digiscoping. Semua foto di bawah ini hasil jepretan menggunakan hp dari jarak yang jauh.

13 November 2021

Kedidi Besar, Great Knot, Calidris tenuirostris - Muara Progo

Common Name : Great Knot

Indonesia : Kedidi Besar

Scientific name: Calidris tenuirostris

Movement: Migratory

Conservation status: Vulnerable (Population decreasing)

Phonescoping through Kowa TSN4 (Spotting scope) and Redmi Note 9 (android smartphone) at Progo Estuary, Yogyakarta (Java), Indonesia.

Taken date: 18.10.2021

20 November 2019

WHIMBREL | GAJAHAN PENGALA #birdphotography

Whimbrel 
Numenius phaeopus
Gajahan Pengala
Status Konservasi : Least Concern (LC)
Status Perlindungan: Dilindungi

  • Undang-undang nomor 5 tahun 1990
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 tahun 2018
Difoto di Muara Progo, Yogyakarta, Indonesia

09 August 2019

Photo - Sekilas Mengenal Trinil Semak, Tringa glareola, Pengembara dari Utara

#digiscoping #photooftheday
Trinil Semak memanfaatkan Tambak Udang yang dikeringkan untuk mencari makan dan istirahat

Burung pantai di dunia yang sebagian besar berbiak di Eurasia Utara melakukan migrasi untuk menghindari musim dingin di tempat berbiaknya. Tujuan migrasi tidak lain adalah untuk bertahan hidup dari cuaca ekstrim yang tidak memungkinkan bagi kawanan burung tersebut mencari makan. Migrasi dilakukan secara rutin setiap tahun setelah melewati musim kawin menuju negara dengan iklim tropis dan kembali ke lokasi berbiak ketika musim dingin telah usai.
Kawasan Pantai trisik yang berada di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo dan delta Sungai Progo merupakan lokasi yang menjadi persinggahan kawanan burung pantai migran dari utara yang menuju selatan (australia) salah satunya adalah Trinil Semak (Tringa glareola).

17 February 2019

Javan Plover , Cerek Jawa, Muara Progo #digiscoping

Cerek Jawa Charadrius javanicus, merupakan burung pantai endemik yang hanya ada di Indonesia. Sebelumnya jenis ini diyakini hanya dapat ditemukan di Jawa dan Bali. Seiring dengan perkembangan dan meningkatnya kegiatan pengamatan burung yang dilakukan oleh pengamat burung baik individual maupun kelompok ditemukan perjumpaan-perjumpaan baru. 

Oke, kita tidak akan mebahas sampai di mana jenis ini bisa ditemukan. 

Jadi, ini merupakan hasil #digiscoping cerek jawa atau Javan Plover di Delta Progo, Minggu tanggal 9 Februari 2019 lalu. 

Saya menggunakan kamera Nikon 1 V2 Mirrorless yang sayang sambungkan langsung ke Monokuler atau Spotting Scope #kowa TSN-4. Monokuler keluaran lawas pabrikan jepang. 

Untuk menyambungkan antara body kamera dengan monokuler saya menggunakan adapater universal dari extention tube macro untuk #nikon . 

Butuh usaha yang ekstra untuk bisa dapat gambar yang benar-benar detil. Mode manual fokus itu butuh sabar. Ndak bisa grusa-grusu. Silahkan lihat hasil dari 3 gambar yang saya lampirkan.

Digiscoping 09.02.19

Digiscoping 09.02.19

Digiscoping 09.02.19



14 February 2019

Digiscoping Black-tailed Godwit | Biru-laut Ekor-blorok

Akhirnya kebagian juga motret Black-tailed Godwit. Selama ini selalu tidak kebagian setiap ada jenis satu ini. Lebih seringnya dapat yang Bar-tailed Godwit.

Burung dengan nama Biru-laut Ekor-hitam ini merupakan pengunjung yang rutin setiap tahun datang ke muara progo, sungai yang memisahkan Bantul dan Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jenis : Birulaut Ekor-blorok | Limosa limosa Linnaeus 1758
Alat : Kowa Spotting Scope TSN-4 | Nikon 1 V2 mirrorless | DIY Adater
Waktu : 09 Februari 2019





26 October 2018

Digiscoping - Lesser Sand Plover | Cerek Mongolia, Delta Progo Yogyakarta

#digiscoping
Lesser Sand Plover | Charadrius mongolus | Cerek Mongolia

Spotting Scope Kowa TSN-4
Camera Canon Eos 1000D
DIY adapter for DSLR Camera





20 November 2017

Biru-laut Ekor-blorok, Bar-tailed Godwit, Limosa lapponica (Linnaeus, 1758)

Biru-laut Ekor-blorok | Bar-tailed Godwit | Limosa lapponica (Linnaeus, 1758)

Burung pantai migrant yang secara rutin singgah di Pantai Trisik dan Muara Sungai Progo di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.






17 November 2017

Cerek Kalung-kecil, Little Ringed Plover, Charadrius dubius Scopoli, 1786

Burung kecil tapi tangguh. Terbang dari belahan bumi utara bermigrasi ke selatan. Ini merupakan foto pertama untuk musim di tahun ini (2017). Beberapa individu teramati sedang mencari makan di area persawahan Banaran, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Merupakan pengunjung yang rutin di kawasan Trisik.

Banaran, 18 oktober 2017

Banaran, 18 oktober 2017

Banaran, 18 oktober 2017

23 October 2017

Trinil Semak, Wood Sandpiper, Tringa glareola Linnaeus, 1758 #phonescoping

Trinil semak merupakan salah satu jenis burung pantai migrant yang singgah di wilayah pesisir selatan kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada musim migrasi. Mereka singgah dan mencari makan sebelum kembali melakukan perjalanan migrasinya ke Australia.

Foto ini difoto di kawasan persawahan Trisik, Desa Banaran, Galur, Kulon Progo tanggal  18 Oktober 2017. 
|=========================|

Trinil Semak | Wood Sandpiper | Tringa glareola Linnaeus, 1758

28 May 2017

Mengenal Burung Cerek-pasir Besar, Charadrius leschenaultii Lesson, 1826

Greater Sand Plover | Charadrius leschenaultii Lesson, 1826

Burung Pantai berukuran sedang (22 cm). berwarna abu-abu, coklat, dan putih. Perbedaannya dengan Cerek-pasir Mongolia: ukurannya lebih besar dan lebih panjang, paruh lebih tebal; dengan cerek pendatang lain (kecuali Cerek-pasir Mongolia): tidak ada garis dada atau garis kerah. Pengunjung awal musim memperlihatkan bulu biak yang khas yaitu garis dada merah tua, topeng hitam, dan dahi putih. Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu kehijauan.

26 April 2017

Kedidi Besar (Calidris tenuirostris) Berbendera Cina di Delta Progo

Pernah di Posting di Blog saya yang lain, disini.


Kedidi Besar (Calidris tenuirostris) merupakan burung pantai migran yang bermigrasi dengan jarak beribu-ribu kilometer dari lokasi berbiaknya di Asia Timur bahkan Eropa. Mereka bermigrasi setiap tahun untuk menghindari musim dingin yang sangat ekstrim di lokasi berbiak mereka. Mereka terbang ke tempat yang beriklim tropis seperti indonesia. Bahkan ada yang sampai ke Selandia Baru. 

Adopsi Sarang Burung