Showing posts with label Kowa Optics. Show all posts
Showing posts with label Kowa Optics. Show all posts

20 February 2019

Marsh Sandpiper, Trinil Rawa di Tambak Udang Trisik #digiscoping

Tidak ada kata telat ya untuk membagikan sesuatu meskipun itu hanya beberapa foto.
Ini adalah Trinil Rawa atau Marsh Sandpiper dalam bahasa inggris dan jenis ini memiliki nama ilmiah Tringa stagnatilis. 

Termasuk jenis burung pantai migrant yang singgah di kawasan Trisik dan dapat ditemukan mulai dari kawasan muara sungai progo, sawah dan tambak udang. Ini merupakan hasil pengamatan pada tanggal 29 November 2018 berbarengan dengan kegiatan survey untuk pelaksanaan lomba pengamatan burung yang digagas oleh Balai KSDA Yogyakarta. 

Masih sama dengan foto burung pantai lain seperti Birulaut ekor-hitam dan Cerek Jawa, ini saya foto menggunakan metode #digiscoping. 




depan Trinil Semak Tringa glareola


17 February 2019

Javan Plover , Cerek Jawa, Muara Progo #digiscoping

Cerek Jawa Charadrius javanicus, merupakan burung pantai endemik yang hanya ada di Indonesia. Sebelumnya jenis ini diyakini hanya dapat ditemukan di Jawa dan Bali. Seiring dengan perkembangan dan meningkatnya kegiatan pengamatan burung yang dilakukan oleh pengamat burung baik individual maupun kelompok ditemukan perjumpaan-perjumpaan baru. 

Oke, kita tidak akan mebahas sampai di mana jenis ini bisa ditemukan. 

Jadi, ini merupakan hasil #digiscoping cerek jawa atau Javan Plover di Delta Progo, Minggu tanggal 9 Februari 2019 lalu. 

Saya menggunakan kamera Nikon 1 V2 Mirrorless yang sayang sambungkan langsung ke Monokuler atau Spotting Scope #kowa TSN-4. Monokuler keluaran lawas pabrikan jepang. 

Untuk menyambungkan antara body kamera dengan monokuler saya menggunakan adapater universal dari extention tube macro untuk #nikon . 

Butuh usaha yang ekstra untuk bisa dapat gambar yang benar-benar detil. Mode manual fokus itu butuh sabar. Ndak bisa grusa-grusu. Silahkan lihat hasil dari 3 gambar yang saya lampirkan.

Digiscoping 09.02.19

Digiscoping 09.02.19

Digiscoping 09.02.19



11 October 2018

Digiscoping Canon 1000D dengan Spotting Scope Kowa TSN-4

Mulai dari mana ya?
Oke, semua ini berawal dari keikutsertaan saya dalam kegiatan monitoring Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang dilakukan rutin setahun sekali oleh Taman Nasional Gunung Merapi. Kegiatan yang cukup menarik bagi saya dan kebanyakan teman - teman di Jogja (Yogyakarta). 
Dari situ saya langsung teringat ada kamera Canon 1000D yang lama diam di dalam kotak penyimpanan dan jarang dipakai kecuali butuh buat motret anggrek dan bunga lain yang ada di sekitar rumah. 
Saya cari DIY adapter untuk digiscoping yang kami pesan ke tuang bubut beberapa tahun lalu. Coba saya pasangkan dengan eyepiece WD 30x di Spotting Scope KOWA tua saya. Alkhamdulillah semua bisa dipasang sesuai dengan keinginan saya. 
Setelah semua terpasang ada satu masalah yang saya hadapi ketika mau ambil foto. Spotting Scope dengan range panjang memiliki titik fokus yang sangat tipis. Cukup sulit karena memang ini metodenya manual. Harus bisa ngepasin fokus supaya tidak meleset.
Selain titik fokus yang sangat tipis, masalah lain adalah speed kamera canon 1000D yang bisa dibilang cukup uzur itu menjadi kendala berikutnya setelah fokus yang tipis.
Jadi, kalau ada yang bilang hasil digiscoping menggunakan spotting scope kowa itu hasilnya autosharp silahkan anda coba sendiri.
Berikut ini ada beberapa foto hasil digiscoping Canon 1000 D dengan Spotting Scope Kowa TSN-4.

Bentet Kelabu | Lanius schach, remaja | 10.10.2018

Bentet Kelabu | Lanius schach, remaja | 10.10.2018

Bentet Kelabu | Lanius schach, remaja | 10.10.2018

Cucak Kutilang | Pycnonotus aurigaster | 8.10.2018

Cucak Kutilang | Pycnonotus aurigaster | 8.10.2018

19 August 2017

Phonescoping - Cekakak Australia (Halcyon sancta), Sacred Kingfisher

Phonescoping adalah perpaduan antara Smartphone yang disambungkan dengan Spotting Scope atau Monokuler. Phonescoping sendiri di negara barat sudah lama dilakukan. Beda di Indonesia yang baru - baru ini saja. 

Nah, kali ini Flora dan Fauna - ID akan menyajikan beberapa foto burung Cekakak Australia (Halcyon santa). Burung dari kelompok raja udang yang bermigrasi dari wilayah Australia ke Indonesia antara bulan Mei - Agustus. 

Burung dengan nama inggris Sacred Kingfisher ini difoto menggunakan Xiaomi Redminote 4 yang dikombinasikan dengan Adapter Universal dan Spotting Scope Kowa TSN-4 eyepiece 25x. 


Adopsi Sarang Burung