Showing posts with label Xiaomi. Show all posts
Showing posts with label Xiaomi. Show all posts

12 January 2018

Phonescoping - Kedasi Australia, Horsfield’s Bronze Cuckoo, Chrysococcyx basalis (Horsfield, 1821)

Burung kecil berukuran kurang dari 15 (limabelas) centimeter ini bukanlah burung asli Indonesia. Kedasi Australia atau Horsfield's Bronze Cuckoo ini memiliki nama latin  Chrysococcyx basalis (Horsfield, 1821). Diketahui berkembangbiak di Australia dan Tasmania, saat musim dingin bermigrasi ke utara menuju Semenjung Malaysia dan Sunda Besar.

Burung ini difoto di kawasan wisata mangrove Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan telepon genggam Xiaomi Redminote 4 yang dikombinasi dengan Monokuler. Metode ini disebut Phonescoping.



20 October 2017

Memotret Burung Menggunakan Smartphone, Why Not!

Beberapa tahun terakhir media sosial untuk berbagi foto menjadi media yang paling diminati di Indonesia. Seiring berkembangnya dunia teknologi khususnya Telepon Pintar atau Smartphone juga semakin mumpuni dalam hal fotografi. Dan itu yang saat ini digandrungi mulai dari anak usia sekolah hingga umur setengah tua. Ups,. 
Phonescoping Xiaomi redminote 4 + Spotting scope KOWA TSN-4

19 August 2017

Phonescoping - Cekakak Australia (Halcyon sancta), Sacred Kingfisher

Phonescoping adalah perpaduan antara Smartphone yang disambungkan dengan Spotting Scope atau Monokuler. Phonescoping sendiri di negara barat sudah lama dilakukan. Beda di Indonesia yang baru - baru ini saja. 

Nah, kali ini Flora dan Fauna - ID akan menyajikan beberapa foto burung Cekakak Australia (Halcyon santa). Burung dari kelompok raja udang yang bermigrasi dari wilayah Australia ke Indonesia antara bulan Mei - Agustus. 

Burung dengan nama inggris Sacred Kingfisher ini difoto menggunakan Xiaomi Redminote 4 yang dikombinasikan dengan Adapter Universal dan Spotting Scope Kowa TSN-4 eyepiece 25x. 


Adopsi Sarang Burung