Showing posts with label Bird. Show all posts
Showing posts with label Bird. Show all posts

15 June 2025

Javan Black-capped Babbler -Pellorneum capistratum - Pelanduk-topi Jawa

Javan Black-capped Babbler - Jatimulyo

Javan Black-capped Babbler atau Pelanduk-topi jawa sebelumnya merupakan satu kesatuan dengan jenis Pelanduk-topi hitam. Dengan berkembangnya dunia penelitian/taksonomi jenis ini dipisahkan dengan jenis yang ada di Sumatra dan Kalimantan.

12 June 2025

Julang dan Kangkareng di Hutan Setiu Agro, Terengganu, Malaysia

Ini adalah sedikit dari kunjungan saya ke Malaysia bulan lalu (22 - 30 Mei 2025). Hampir 10 hari saya dan beberapa rekan dari Indonesia ke wilayah Terengganu, Malaysia, untuk kegiatan Symposium dan Summit Co-Creation untuk menyiapkan kegiatan BEAT #3 (Bioacoustic Equipment and Training) untuk Indonesia-Malaysia tahun depan. Kami sebagai alumni BEAT 1 & 2 dikumpulkan untuk ikut memberi masukan terhadap perencanaan BEAT yang selanjutnya.

Tiga hari kami bersymposum di Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dan dilanjutkan Co-Creation di kawasan Setiu Agro, satu jam dari kota Terengganu. Lokasinya semacam resort yang di belakangnya terdapat hutan konservasi yang masih lumayan bagus. 

Sore hari dihari pertama kami di Setiu, kawan saya Sui menghampiri saya, memberi tahu saya kalau ada Julang jambul hitam atau Wringkled Hornbill Aceros corrugatus bertengger di pohon lalu terbang. Sempat terfoto sama rekan dari WCS Malaysia sebagai bukti kalau memang benar ada Julang.

"Ok, semoga besok pagi waktu kita birding dapat jumpa dengan Hornbillnya, ya!". kata saya waktu itu.

Pagi, 27 Mei kami melakukan pengamatan burung singkat di sekitar kawasan resort. Sepasang Julang emas atau Wreathed Hornbill Rhyticeros undulatus pada pohon yang ranting-rantingnya tidak ada daun. Alhamdulillah, catatan yang menarik!

Sepasang Julang emas bertengger di pohon yang daunnya meranggas [27/05/25]

Meskipun posisinya jauh saya tetap foto sebagai dokumentasi untuk pembuktian kalau benar berjumpa dengan sepasang Julang emas yang sedang bertengger. Posisi bertenggernya memang kurang menguntungkan untuk proses pendokumenatsian. Tapi buat saya tak apa lah,. 

07 May 2025

Adult male Common Tailorbird (Orthotomus sutorius), Cinenen pisang

Burung cinenen pisang (Orthotomus sutorius) atau yang orang jawa bilang sebagai burung Perenjak (Prinia). Padahal perenjak dengan cinenen itu jenis yang berbeda. 

Individu pejantan yang mengisi ruang pekarangan rumah kami di Kulon Progo, Yogyakarta. Kebetulan pas muncul posisi kamera sedang mudah dijangkau jadi masih sempat motret beberapa frame.

Burung jantan memiliki tanda kalung hitam dan ekor panjang.

Warna hitam di leher tampak jelas.

Semoga tidak ada pemikat yang belusukan sampai pekarangan rumah.

Javan Sunbird (Aethopyga mystacalis), Burung-madu jawa

Immature plumage

Merupakan burung remaja atau burung yang belum sepenuhnya dewasa. Pencirinya adalah warna merah yang masih kusam dan ekornya yang belum panjang penuh.



11 December 2024

PHONESCOPING; Black-naped Monarch, Kehicap ranting, Hypothymis azurea

Jatimulyo - Phonescoping; Black-naped Monarch, Kehicap ranting, Hypothymis azurea

Dua anak Kehicap ranting menunggu induknya di dalam sarang.

Kehicap ranting atau bahasa latinnya Hypothymis azurea merupakan spesies burung dari keluarga Monarchidae, dari genus Hypothymis. Termasuk salah satu burung pemakan serangga yang umum dijumpai di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Di desa ini burung kehicap oleh masyarakat terus dilestarikan di alam dengan cara adopsi sarang aktif pada masa burung sedang berbiak. Info adopsi sarang dapat dilihat pada tautan link website KTH Wanapaksi di bawah ini:

28 July 2023

Rufous-browed Babbler, Pelanduk topi-jawa, Pellorneum capistratum | Jatimulyo 24 May 2023

Burung pelanduk topi-jawa atau Pellorneum capisratum, dulunya pelanduk topi-hitam. Dengan perkembangan ilmu taksonomi kemudian jenis ini dipisahkan dari sub-jenis yang ada di Sumatra dan Kalimantan. 



27 July 2023

Javan Blue Flycatcher, Sikatan cacing, Cyornis banyumas | Jatimulyo, 27 April 2023

Sikatan cacing Cyornis banyumas atau orang barat menyebutnya Javan Blue Flycatcher. Salah satu jenis burung sikatan endemik jawa (status baru) yang status konservasinya Kritis (Critically Endangered). Populasinya (mungkin) terus mengalami penurunan jumlah yang disebabkan banyak faktor.

Jantan dewasa membawa laba-laba untuk ketiga anaknya. 27.04.2023

Foto ini saya ambil tanggal 24 April 2023 ketika diminta untuk memberi cincin penanda (ring) untuk 3 anakan di Jatimulyo. Penjagaan burung yang bersarang di desa Jatimulyo diinisiasi oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi. Setiap ada burung sikatan cacing yang berbiak mencoba untuk diberi tanda berupa cincin bernomor yang sudah teregristrasi di LIPI, sekarang BRIN.

20 May 2023

Apung sawah, Paddyfield Pipit, Anthus rufulus

Apung sawah, Paddyfield Pipit, Anthus rufulus

They are common in open lands such as farms, grasslands, wooded savannas, wetlands, and even on airstrips. Alone, in pairs or in small groups.


12 May 2023

Coppersmith Barbet, Psilopogon haemacephalus | Karangsewu, Bali Barat National Park

We spotted this Coppersmith barbet perched on a tree in Karangsewu, Gilimanuk, Bali Barat National Park when we were birdwatching together in the afternoon on Monday, May 8, 2023.We were guided by Untung from Bali Birding Tour. He has an amazing ability to find where the birds are. 
I was very happy to be able to get some good photos. 

Based on morphology, the bird we observed is a sub-species of rosaeus (Psilopogon haemacephalus rosaeus) with a distribution range of Java and Bali.

In Indonesia we call this bird Takur ungkut-ungkut, referring to its "ngkut-ngkut-ngkut" 

26 January 2023

Akhir Minggu Arkan Mengamati Pelatuk besi dan Elang-alap jambul di Desa Ramah Burung

Jatimulyo, 21 Januari 2023 | 

Hari Sabtu yang lalu (21 Januari 2023), Saya, Istri (Sitta) dan anak kami, Arkan, kembali berkunjung ke Desa Jatimulyo. Tepatnya di pedukuhan Gunungkelir. Entah kunjungan yang keberapa. Sudah tak terhitung. 

Kedatangan kami tentunya selain untuk menyegarkan otak yang sudah merasa lelah karena harus berpikir keras menyelesaikan banyak pekerjaan, juga karena banyaknya iming-iming foto dan video burung-burung di desa ini yang beredar di beranda sosial media kami. Diantaranya aktivitas berbiak burung Pelatuk besi (Dinopium javanense) dan Elang-alap jambul (Accipiter trivirgatus) ras javanicus yang sebarannya meliputi Jawa dan Bali.

Ini merupakan kesempatan yang jarang dan akan menjadi pembelajaran baru bagi Arkan, Ia bisa melihat langsung perilaku berbiak burung-burung tersebut. Dan anaknya pun sangat senang ketika diberitahu hal ini.

Untuk menuju lokasi sarang kami ditemani mas Supangat. Anggota KTH Wanapaksi yang cukup terkenal di kalangan pengamat burung jogja, selain Mas Kelik. Kalau mas Kelik  sebagai tokoh utama penggerak konservasi burung di Desa Jatimulyo level terkenalnya sudah Nasional bahkan International.

Kembali ke sarang!

11 December 2022

Kedasi laut, Little Bronze Cuckoo,Chalcites minutillus - #lifer

Labuhan Ratu IX, desa penyangga Taman Nasional Way Kambas yang memiliki potensi sangat baik yang sedang dikembangkan sebagai desa wisata ramah burung. Di sela-sela waktu menunggu tim monitoring dan evaluasi (Monev) program hibah pendampingan masyarakat ada satu individu burung yang saya kira sebagai Kedasi australia  (Chrysococcyx basalis), ternyata bukan. 

Little Bronze Cuckoo, Labuhan Ratu IX, 7 Desember 2022

Bagi saya ini menjadi catatan baru. Sebelumnya belum pernah ketemu jenis ini. Mungkin saja sudah pernah dan mungkin pernah salah identifikasi. Seperti yang ini dan dikoreksi oleh Khaleb.

10 October 2022

Trinil kaki-merah, Common Redshank, Tringa totanus | Poncosari, Bantul

Poncosari, Bantul, Yogyakarta 22 September 2022

Juvenile, Poncosari 22.09.2022


Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki warna kemerahan atau terkadang terlihat agak ke-oranye. Masih satu keluarga dengan Scolopacidae, dari genus Tringa. Pengunjung yang umum dan rutin di Muara Sungai Progo hingga pesawahan Desa Banaran di Kulon Progo, Yogyakarta. Mereka yang bermigasi dari wilayah bumi bagian utara ini singgah sementara pada saat perjalanan migrasinya. Keperluan mereka singgah sama seperti ketika manusia dalam misi perjalanan jauh kemudian berhenti di rest area, mencari makan, setelah dirasa cukup maka kembali melanjutkan perjalanan.

Adopsi Sarang Burung