Showing posts with label Migrasi. Show all posts
Showing posts with label Migrasi. Show all posts

23 October 2022

Trinil pembalik-batu, Ruddy Turnstone, Arenaria interpres

Burung ini bagi saya cukup unik. Burung ini memiliki perilaku yang cukup unik dalam mencari makan yakni dengan cara membuka batu-batu kecil di lokasi persinggahan. Mungkin karena itulah burung ini diberi nama Trinil pembalik batu. Nama yang sesuai dengan perilakunya.

Individu ini saya foto di sisi timur sungai sungai progo, tepatnya di rawa yang mengering sebelum muara sungai. Saya lihat waktu itu individu ini sedang menjungkirbalikan tanah kering untuk mencari makan.

Semoga tetap lestari seiring dengan semakin berkurangnya habitat penting bagi burung-burung air dan burung pantai secara khusus.

Ruddy Turnstone, 23.09.2022, Yogyakarta


Ruddy Turnstone, 23.09.2022, Yogyakarta

Ruddy Turnstone, 23.09.2022, Yogyakarta


03 October 2022

Red-necked Phalarope, Kaki-rumbai kecil, Phalaropus lobatus

Bantul, Yogyakarta 22.09.22

Di awal bulan migrasi burung di Yogyakarta ini kami sudah diberi bebera kejutan untuk jenis-jenis yang jarang ditemui di awal musim migrasi. Kaki-rumbai kecil (Phalaropus lobatus) ini misalnya, jenis ini pada musim-musim sebelumnya selalu terlihat di akhir musim migrasi. Biasanya terlihat di bulan oktober menjelang November. Selain waktu, jumlah individu yang kami lihat pun cukup banyak. 5 individu di satu lokasi.

28 September 2022

Trinil ekor-kelabu, Grey-tailed Tatler, Tringa brevipes

Musim migrasi sudah dimulai. Sudah sejak bulan September ini beberapa spesies mulai berdatangan di wilayah desa Banaran hingga muara sungai progo yang berada di antara kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Bahkan untuk jenis burung Trinil (Tringa glareola) semak sudah mulai terdengar suaranya melintas di atas rumah kami sejak bulan Agustus.

Jenis satu ini misalnya, Trinil ekor-kelabu (Tringa brevipes) ini sudah sejak minggu kedua di bulan september ini terpantau di Muara Sungai Progo. Sejauh pantauan kami jenis ini tercatat minimal ada 5 individu yang kami lihat di sekitar muara. Burung trinilekor-kelabu ini termasuk burung pantai pertama yang berhasil saya identifikasi ketika awal dulu menyukai kegiatan pengamatan burung. Pertama kali mengidentifikasi trinil ekor-kelabu dulu di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Propinsi Banten.

Trinil ekor-kelabu difoto di Pulau Panaitan tahun 2009 menggunakan digiscoping

Di atas ini hasil fotonya pas tahun 2009 menggunakan metode digiscoping kamera digital pocket Canon dan Kowa TSN-600.

Berikut ini foto Trinil ekor-kelabu yang kami dokumentasikan tanggal 22 September 2022, minggu lalu di muara sungai progo.

22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500

22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500

22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500

Juvenile, 22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500



27 May 2022

Laguna Trisik, 14 Mei 2022; Bertemu Uncal Kouran

Sabtu pagi, 14 Mei 2022, keputusan mengunjungi (kembali) Laguna Trisik di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo itu baru muncul seketika kami selesai sarapan. Arkan begitu antusias ketika saya bilang "Le, kita ke laguna trisik yuk! kita cari Cekakak Suci. Sana bilang sama ibu!". Arkan langsung mbisik'i ibunya.

Berangkatlat kami bertiga mengendarai Honda Beat merah melewati jalur lintas selatan jogja yang belum tersambung hingga Bantul. Sawah-sawah di kanan dan kiri jalan sudah mulai tanam padi. Beberapa sudah panen, bahkan mulai digarap kembali.

Kami lewat jalur yang menuju muara sungai progo. Di sebelah kiri jalan cor itu ada satu genangan air mirip telaga yang biasanya didatangi oleh burung Raja-udang biru (Alceo coerulescens). Dan benar saja, dua individu saling berebut sebilah bambu untuk bertengger. Kemungkinan itu sepasang. Atau bisa jadi sama-sama jomblo juga. Siapa yang tahu!,. hehe. 

Belum juga kami puas mengamati siburung biru itu datang dua bapak-bapal membawa jaring ikan masuk ke kolam itu. Bubrah wes manuke!! Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju Laguna Trisik. 

Sesampainya di Laguna beberapa raja-udang biru terlihat bertengger pada bilah-bilah bambu yang sengaja ditancapkan oleh pemancing. Selain raja-udang terpantau juga Blekok sawah (Ardeola speciosa). Saya memarkirkan sepeda motor di sebelah barat laguna.

Baru saja kami memarkirkan sepeda motor terlihat satu burung terbang menjauhi kami. Burung dari kelompok Columbidae berwarna coklat karat. Ukurannya sebesar pergam. Sebuah penampakan yang tidak pernah terlihat. Kami coba kembali mencari burung tersebut dengan menyusuri jalan setapak diantara tanaman Cemara udang. Tidak jauh dari lokasi kami tampak burung yang kami lihat bertengger pada satu pohon cemara. Saya coba mengamankan perjumpaan itu dengan memotret sebanyak mungkin untuk mendapatkan hasil gambar yang bisa diidentifikasi.

Dari hasil jepretan kamera diketahui itu jenis Uncal kouran (Macropygia ruficeps). Karena ini merupakan catatan pertama bagi saya maka untuk memastikan apakah ada yang sudah pernah lihat keberadaan jenis ini di pesisir selatan jogja, saya kirimkan foto jenis ini ke group whatsapp Jogja Birding. Media komunikasi teman-teman pengamat burung di Jogja. Dari tanggapan dalam group itu disimpulkan belum pernah ada catatan perjumpaan jenis ini di dataran rendah.

13 November 2018

Sikep-madu Asia, Oriental Honey-buzzard | Sega, Karangasem, Bali

Stasiun Riley TVRI di Dusun Gulinten lebih dikenal dengan nama Gunung Sega. Lokasi yang menjadi spot pengamatan migrasi raptor terbaik di jalur terbang wilayah barat.

Ini adalah hasil dokumentasi pengamatan selam dua hari pada tanggal 10 & 11 November 2018 yang lalu.

adult female | pale morph

adult male

adult male

adult male


Adopsi Sarang Burung