Showing posts with label Odonata. Show all posts
Showing posts with label Odonata. Show all posts

30 April 2019

Capungjarum Prodasineura autumnalis (Fraser, 1922) - Black Threadtail - Telaga Nilem

Telaga Nilem, Kabupaten Kuningan merupakan salah satu objek wisata yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Lokasinya berada di perbatasan antara kabupaten kuningan dengan kabupaten cirebon, Jawa Barat. Tempat yang pas dan cocok untuk merefresh otak sambil berendam di air yang super jernih. 
Biaya tiket yang cukup murah, lima ribu rupiah untuk satu wisatawan lokal/nasional dan anda bisa mandi sepuasnya. 
Saya dan beberapa teman saya bisa sampai di lokasi itu juga karena tidak sengaja. Berbekal informasi dari salah satu Kaur Umum dari salah satu desa terdekat yang katanya ada satu telaga asli di perbatasan kabupaten cirebon yang mungkin cocok dan pas dengan apa yang sedang kami petakan. Begitu kami sampai lokasi kok status administrasinya ada di kabupaten kuningan. Ya sudah, berkunjung saja lah.
Nah, dalam kunjungan itulah kami bertemu dengan salah satu jenis capungjarum dengan nama jenis Prodasineura autumnalis. Capung jarum dengan warna dewasa dominan hitam dan bagian bawah thorax metalik. 
Biar lebih mantap langsung saja lihat di foto yang ada di bawah ini ya,. 

Prodasineura autumnalis, Immature, Male| Telaga Nilem, Kuningan | Nikon 1 V2, Lensa 40mm f/2.8

22 June 2017

Drepanosticta spatulifera (Liefthinck, 1929), Capungjarum Endemik Jawa

Odonata | Plastystictidae | Drepanosticta | Drepanosticta spatulifera (Liefthinck, 1929) 
Jantan dewasa/Cipendok, 19.06.14

Drepanosticta spatulifera (Liefthinck, 1929) merupakan capungjarum endemik jawa yang tidak banyak diketahui keberadaannya. Bahkan menurut catatan pada buku merah (red data book) IUCN Redlist of Threatened Species memasukan jenis ini ke dalam kategori Data Deficient atau data keberadaannya tidak diketahui. 

11 June 2017

Capungjarum mukajingga, Pseudagrion rubriceps (Selys, 1876)

Zygoptera | Coenagrionidae | Capungjarum mukajingga | Pseudagrion rubriceps (Selys, 1876) | Saffron-faced Blue Dart
Jantan/Male. Sleman 2013
Tubuh Capungjarum ini di dominasi warna biru. Khususnya untuk individu jantan. Frons dan sebagian matanya majemuk oranye. Sintoraksnya biru terang dengan sisi atasnya sedikit berwarna oranye dan terdapat garis – garis tipis. Abdomen hitam di sisi atas dan biru di sisi bawah dari ruas 1 hingga 7, dan ruas 8 – 10 berwarna biru. Panjang abdomen sekitar 30, 5 milimeter dan embelannya hitam.

04 June 2017

Capungjarum centil, Agriocnemis femina (Brauer, 1868), Wonosadi

Nama dalam bahasa inggris : White-backed Wisp, Pinhead Midget, Pinhead Wisp, Variable Wisp



Capungjarum centil ini merupakan dokumentasi dari beberapa jenis capung yang ada di kawasan Hutan Adat Wonosadi, Gunung Kidul, Yogyakarta pada tahun 2013 lalu. Mengapa kok capung ini diberi nama capungjarum centil? Ya, capungjarum ini menggunakan nama centil di nama belakangnya mengacu pada nama jenis ini, femina yang diartikan feminim atau centil. Dan, lagi – lagi nama ini keluar dari diskusi panjang para sesupuh di padepokan burung Condong Catur.

Capunghantu kakikuning, Copera marginipes Rambur, 1842

Capunghantu kakikuning | Yellow Featherlegs | Copera marginipes Rambur, 1842) 

Jantan dewasa / Adult male

Capunghantu kakikuning, nama yang lumayan serem juga ya. Ada capung tapi capunghantu. Jangan-jangan karena capung ini gak menginjakan kakinya ke tanah. Mungkin karena mereka melayang? Bukan, bukan,. Itu bisa – bisanya para sesepuh ketika memberinya nama kurang kopi.

22 May 2017

Capungpancing Jawa di Hutan Adat Wonosadi Gunung Kidul

Di sela-sela kegiatan monitoring Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) di Hutan Adat Wonosadi Gunung Kidul, kami di tim monitoring memanfaakan waktu itu untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Capung. 
Jantan, Wonosadi 2013

Dari kegiatan iseng-iseng itu paling tidak sekitar 17 jenis capung berhasil teridentifikasi dan terdokumenasikan dengan baik dan salah satunya adalah Capungpancing Jawa atau Paragomphus reinwardtii (Selys, 1854). Jenis capung berukuran besar dengan ciri khas yang mencolok pada ujung abdomen yang termodifikasi seperti mata kail.

Capungpancing Jawa, Paragomphus reinwardtii (Selys, 1854)

Jantan, Babarsari 2013

Capungpancing Jawa, kata Pancing diambil dari ciri khas pada bagian ujung abdomen yang termodifikasi seperti mata kail. Berukuran besar, dan sepintas mirip dengan jenis Ictinogomphus decoratus. Perbedaan yang paling mencolok jenis ini dengan I.decoratus yang jelas pada bagian ujung abdomennya. Kemudian, jika diamati secara seksama maka akan terlihat corak hijau kekuningan pada capung ini terlihat seperti membentuk segitiga siku, sedangkan pada I.decoratus berbentuk lonjong.

Adopsi Sarang Burung