Showing posts with label Damselflies. Show all posts
Showing posts with label Damselflies. Show all posts

15 June 2021

Capungjarum dada-merah, Teinobasis euglena Lieftinck 1934

 Alas Purwo, Jawa Timur

Capungjarum dengan postur tubuh yang sangat ramping. Antara jantan dan betina memiliki warna tubuh yang berbeda. Untuk jantan memiliki warna pada mata yang hitam dan hijau pada bagian bawah. Toraks atau dada hitam dan abu-abu pada bagian sisi ventral. Kemudian perut berwarna hitam. Jenis ini biasanya berdiam diri di semak-semak dan sulit ditemukan. Tipe ekosistem rawa, semak-semak yang dekat dengan kolam dangkal di hutan dataran rendah menjadi habitat utamanya.

capungjarum dada-merah, T.euglena Jantan dewasa/ Alas Purwo 2020

Capungjarum endemik ini persebarannya juga diketahui cukup terbatas. Semenjak ditemukan pada kisaran tahun 1930an hanya ditemukan di Sumatera, Jawa bagian tengah (yogyakarta) dan yang terbaru di jawa timur, di Alas Purwo.

Orange-tailed Sprite, Ceriagrion auranticum Fraser, 1922, Jantan

 Sumber Gedang - Alas Purwo, East Java (Java), Indonesia

Dokumentasi capungjarum dengan warna yang sangat cantik ini saya dapatkan di kawasan Sumber Gedang yang berada di area Alas Purwo. Lebih tepatnya di wilayah yang dikelola oleh Perhutani. Sumber gedang merupakan kawasan sumber air seperti rawa. Airnya besar dengan tanaman-tanaman rumput dan semak yang masih cukup asri. Cocok menjadi habitat berbagai jenis capung.

Capungjarum dengan nama inggris Orange-tailed Sprite ini menjadi koleksi pertama saya. Di Jogja seringkali terlewat. Foto ini saya peroleh ketika sedang mengerkan proyek penelitian Capungjarum dada-merah bersama BISA Indonesia yang didukung oleh Mohammed Bin Zayed Species Conservation Fund. Targetnya adalah status populasi dan distribudi dari capungjarum dada-merah atau Teinobasis euglena.


30 April 2019

Capungjarum Prodasineura autumnalis (Fraser, 1922) - Black Threadtail - Telaga Nilem

Telaga Nilem, Kabupaten Kuningan merupakan salah satu objek wisata yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Lokasinya berada di perbatasan antara kabupaten kuningan dengan kabupaten cirebon, Jawa Barat. Tempat yang pas dan cocok untuk merefresh otak sambil berendam di air yang super jernih. 
Biaya tiket yang cukup murah, lima ribu rupiah untuk satu wisatawan lokal/nasional dan anda bisa mandi sepuasnya. 
Saya dan beberapa teman saya bisa sampai di lokasi itu juga karena tidak sengaja. Berbekal informasi dari salah satu Kaur Umum dari salah satu desa terdekat yang katanya ada satu telaga asli di perbatasan kabupaten cirebon yang mungkin cocok dan pas dengan apa yang sedang kami petakan. Begitu kami sampai lokasi kok status administrasinya ada di kabupaten kuningan. Ya sudah, berkunjung saja lah.
Nah, dalam kunjungan itulah kami bertemu dengan salah satu jenis capungjarum dengan nama jenis Prodasineura autumnalis. Capung jarum dengan warna dewasa dominan hitam dan bagian bawah thorax metalik. 
Biar lebih mantap langsung saja lihat di foto yang ada di bawah ini ya,. 

Prodasineura autumnalis, Immature, Male| Telaga Nilem, Kuningan | Nikon 1 V2, Lensa 40mm f/2.8

25 November 2017

Capungjarum Pseudagrion pruinosum (Burmeister, 1839)

Tiga tahun lalu disebuah sawah di Palagan, Sleman, Yogyakarta. Beberapa individu Pseudagrion pruinosum (Burmeister, 1839) berhasil terekam menjadi beberapa frame. Lengkap ada jantan dan betina. 

Jantan. 13.April 2013

Jantan, 13.April 2013

Jantan 13.April 2013
Betina, 13.April 2013

Betina, 13.April 2013

Betina, 13.April 2013

22 June 2017

Drepanosticta spatulifera (Liefthinck, 1929), Capungjarum Endemik Jawa

Odonata | Plastystictidae | Drepanosticta | Drepanosticta spatulifera (Liefthinck, 1929) 
Jantan dewasa/Cipendok, 19.06.14

Drepanosticta spatulifera (Liefthinck, 1929) merupakan capungjarum endemik jawa yang tidak banyak diketahui keberadaannya. Bahkan menurut catatan pada buku merah (red data book) IUCN Redlist of Threatened Species memasukan jenis ini ke dalam kategori Data Deficient atau data keberadaannya tidak diketahui. 

04 June 2017

Capungjarum centil, Agriocnemis femina (Brauer, 1868), Wonosadi

Nama dalam bahasa inggris : White-backed Wisp, Pinhead Midget, Pinhead Wisp, Variable Wisp



Capungjarum centil ini merupakan dokumentasi dari beberapa jenis capung yang ada di kawasan Hutan Adat Wonosadi, Gunung Kidul, Yogyakarta pada tahun 2013 lalu. Mengapa kok capung ini diberi nama capungjarum centil? Ya, capungjarum ini menggunakan nama centil di nama belakangnya mengacu pada nama jenis ini, femina yang diartikan feminim atau centil. Dan, lagi – lagi nama ini keluar dari diskusi panjang para sesupuh di padepokan burung Condong Catur.

Capunghantu kakikuning, Copera marginipes Rambur, 1842

Capunghantu kakikuning | Yellow Featherlegs | Copera marginipes Rambur, 1842) 

Jantan dewasa / Adult male

Capunghantu kakikuning, nama yang lumayan serem juga ya. Ada capung tapi capunghantu. Jangan-jangan karena capung ini gak menginjakan kakinya ke tanah. Mungkin karena mereka melayang? Bukan, bukan,. Itu bisa – bisanya para sesepuh ketika memberinya nama kurang kopi.

Adopsi Sarang Burung