Showing posts with label Capung. Show all posts
Showing posts with label Capung. Show all posts

15 June 2021

Orange-tailed Sprite, Ceriagrion auranticum Fraser, 1922, Jantan

 Sumber Gedang - Alas Purwo, East Java (Java), Indonesia

Dokumentasi capungjarum dengan warna yang sangat cantik ini saya dapatkan di kawasan Sumber Gedang yang berada di area Alas Purwo. Lebih tepatnya di wilayah yang dikelola oleh Perhutani. Sumber gedang merupakan kawasan sumber air seperti rawa. Airnya besar dengan tanaman-tanaman rumput dan semak yang masih cukup asri. Cocok menjadi habitat berbagai jenis capung.

Capungjarum dengan nama inggris Orange-tailed Sprite ini menjadi koleksi pertama saya. Di Jogja seringkali terlewat. Foto ini saya peroleh ketika sedang mengerkan proyek penelitian Capungjarum dada-merah bersama BISA Indonesia yang didukung oleh Mohammed Bin Zayed Species Conservation Fund. Targetnya adalah status populasi dan distribudi dari capungjarum dada-merah atau Teinobasis euglena.


17 November 2017

Capungsambar garis-hitam, Scarlet Skimmer, Crocothemis servilia Drury, 1770

Capungsambar garis-hitam, Scarlet Skimmer, Crocothemis servilia Drury, 1770
Banaran, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Banaran, 18 oktober 2017

Banaran, 18 oktober 2017

15 June 2017

Capung Gynacantha musa Karsch, 1892

Anisoptera | Aeshnidae | Gynacantha | Gynacantha musa Karsch, 1892

Loc: Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta. Januari 2017

Catatan menarik, pengganti Paok Hijau yang tak juga muncul sampai kami pulang


04 June 2017

Capungjarum centil, Agriocnemis femina (Brauer, 1868), Wonosadi

Nama dalam bahasa inggris : White-backed Wisp, Pinhead Midget, Pinhead Wisp, Variable Wisp



Capungjarum centil ini merupakan dokumentasi dari beberapa jenis capung yang ada di kawasan Hutan Adat Wonosadi, Gunung Kidul, Yogyakarta pada tahun 2013 lalu. Mengapa kok capung ini diberi nama capungjarum centil? Ya, capungjarum ini menggunakan nama centil di nama belakangnya mengacu pada nama jenis ini, femina yang diartikan feminim atau centil. Dan, lagi – lagi nama ini keluar dari diskusi panjang para sesupuh di padepokan burung Condong Catur.

22 May 2017

Capungpancing Jawa di Hutan Adat Wonosadi Gunung Kidul

Di sela-sela kegiatan monitoring Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) di Hutan Adat Wonosadi Gunung Kidul, kami di tim monitoring memanfaakan waktu itu untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Capung. 
Jantan, Wonosadi 2013

Dari kegiatan iseng-iseng itu paling tidak sekitar 17 jenis capung berhasil teridentifikasi dan terdokumenasikan dengan baik dan salah satunya adalah Capungpancing Jawa atau Paragomphus reinwardtii (Selys, 1854). Jenis capung berukuran besar dengan ciri khas yang mencolok pada ujung abdomen yang termodifikasi seperti mata kail.

Capungpancing Jawa, Paragomphus reinwardtii (Selys, 1854)

Jantan, Babarsari 2013

Capungpancing Jawa, kata Pancing diambil dari ciri khas pada bagian ujung abdomen yang termodifikasi seperti mata kail. Berukuran besar, dan sepintas mirip dengan jenis Ictinogomphus decoratus. Perbedaan yang paling mencolok jenis ini dengan I.decoratus yang jelas pada bagian ujung abdomennya. Kemudian, jika diamati secara seksama maka akan terlihat corak hijau kekuningan pada capung ini terlihat seperti membentuk segitiga siku, sedangkan pada I.decoratus berbentuk lonjong.

Adopsi Sarang Burung