Di sela-sela kegiatan monitoring Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) di Hutan Adat Wonosadi Gunung Kidul, kami di tim monitoring memanfaakan waktu itu untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Capung.
Jantan, Wonosadi 2013
Dari kegiatan iseng-iseng itu paling tidak sekitar 17 jenis capung berhasil teridentifikasi dan terdokumenasikan dengan baik dan salah satunya adalah Capungpancing Jawa atau Paragomphus reinwardtii (Selys, 1854). Jenis capung berukuran besar dengan ciri khas yang mencolok pada ujung abdomen yang termodifikasi seperti mata kail.
Capungpancing Jawa, kata Pancing diambil dari ciri khas pada
bagian ujung abdomen yang termodifikasi seperti mata kail. Berukuran besar, dan
sepintas mirip dengan jenis Ictinogomphus decoratus. Perbedaan yang paling
mencolok jenis ini dengan I.decoratus yang jelas pada bagian ujung abdomennya. Kemudian,
jika diamati secara seksama maka akan terlihat corak hijau kekuningan pada
capung ini terlihat seperti membentuk segitiga siku, sedangkan pada I.decoratus
berbentuk lonjong.