Showing posts with label Accipitriformes. Show all posts
Showing posts with label Accipitriformes. Show all posts

16 November 2022

Elang-alap nipon, Accipiter gularis, Elang migran yang singgah di Rumah Kami

Selasa (8 November 2022), pagi hari sekira pukul 06.50 wib saya keluar rumah lewat samping sambil lihat dua ekor kura-kura di tempatnya dan menuju pohon anggrek yang sedang mekar. Dari lokasi anggrek yang berada di halaman rumah itu, saya menengok ke pohon sengon tinggi yang berada di lahan milik tetangga. Pohon yang biasa jadi tempah persinggahan Sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus) saat musim migrasi. Di salah satu dahan kering terlihatlah satu ekor burung yang posisinya membelakangi saya. Entah kenapa saya langsung berpikir kalau itu Accipiter. Tidak pakai lama saya kembali masuk ke rumah mengambil binokuler, kamera dan lensa, monokuler dan tripodnya. Benar saja! Elang-alap nipon (Accipiter gularis) betina muda sedang mengeringkan bulu-bulunya. Mungkin terkena hujan pagi tadi, pikirku!

Accipiter gularis, senik 8.11.2022

Saya mencoba mendokumentasikan momen langka yang belum tentu bisa saya temui di kemudian hari. Ya, burung elang berukuran kecil ini hanya singgah sementara dalam perjalanan migrasinya. Kalaupun dia tinggal di wilayah kami belum tentu juga bisa nemu yang posisinya sedang bertengger dan lama sehingga bisa didokumentasikan.

15 August 2021

Alap-alap sapi, Spotted Kestrel, Falco moluccensis

Pulau Masakambing, 22 Maret 2021 - Burung Alap-alap sapi atau dengan nama ilmiah Falco moluccensis ini saya foto di Pulau Masakambing pada bulan maret yang lalu. Tepatnya tanggal 22 Maret 2021 pada saat melakukan survey potensi ekowisata bersama Lembaga ARuPA (Aliansi Relawan Untuk Penyelamat Alam) dan Forum Ekowisata Jawa Timur (East Java Ecotourism Forum).

Pada saat sedang keliling menyusuri jalan di samping kebun Cengkeh (Syzigium aromaticum) nampak ada satu individu burung yang terbang dan sekilas bentuknya adalah burung pemangsa. Saya bersama kawan saya, Bung Zuqi, langsung mencari posisi terakhir burung tersebut hinggap. Burung dengan nama barat Spotted Kestrel atau Moluccan Kestrel ini hinggap di salah satu Pohon Kelapa dan terlihat sedang mencabik mangsa yang kemungkinan adalah burung. Namun demikian, kami kesulitan mengidentifikasi jenis burung apa yang menjadi mangsanya.

Spotted Kestrel (Falco moluccensis), 22.03.2021

Setelah berhasil mendokumentasikan beberapa frame kami pun meninggalkan burung tersebut supaya bisa melanjutkan memangsa burung kecil yang terus dicengkeramnya.

07 August 2019

Photo - Elang Jawa Mengerami Telur

#photooftheday #photocollection

Sebagai orang yang memiliki kecintaan terhadap Burung Pemangsa (raptor) tentunya saya merasa bangga dan senang sekali ketika bisa mengamati dan mengabadikan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang sedang mengerami telurnya. 
Elang Jawa menurut saya memiliki kharismatik tersendiri dibanding dengan jenis elang yang lain. Selain dia ditetapkan sebagai Garuda, Elang Jawa juga jenis elang endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Meskipun ada beberapa catatan perjumpaan di Bali. 

Dan ini dua foto elang jawa yang saya ambil tahun 2014.


20 October 2017

Elang Bonelli, Bonelli's Eagle, Aquila fasciata (Vieillot, 1822)

Elang berukuran sedang sekitar 60 - 72 centimeter. Burung elang dengan  nama latin Aquila fasciata ini sebelumnya adalah Hieraaetus fasciatus, dengan berkembangnya dunia taksonomi maka pada tahun 2007 jenis ini masuk ke kelompok Aquila. 

20 June 2017

Elang Setiwel, Booted Eagle, Hieraaetus pennatus Gmelin, 1788

Accipitriformes | Hieraaetus | Hieraaetus pennatus Gmelin, 1788 | Elang Setiwel  | Booted Eagle

dark/brown morph

Anda kenal dengan jenis Elang Setiwel atau Booted Eagle? Atau anda pernah menjumpainya langsung di Indonesia? Jika jawabannya belum, itu bukanlah hal yang mengejutkan. 
Mengapa demikian? Ya, jenis ini merupakan jenis burung pemangsa pengembara yang jarang di Indonesia. Di Indonesia hanya beberapa catatan saja terkait jenis ini yakni di jawa dan bali (Nijman 2003; Germi & Waluyo 2006). 

10 May 2017

Mengenal Elang Baza Hitam, Aviceda leuphotes (Dumont,1820)

BAZA HITAM  | Aviceda leuphotes (Dumont,1820)


Burung Elang berukuran kecil 32 cm, mudah dikenali, berwarna hitam dan putih. Jambul hitam panjang dan sering terangkat naik. Sebagian besar bulu hitam, dengan garis lebar putih di pada dada, sayap berbercak putih, dan perut bergaris pita gelap. Pada waktu terbang, sayap yang pendek membulat berpola garis-garis hitam dan bulu sekunder abu-abu (kontras dengan bulu primer yang pucat berujung hitam). Bentuk tubuhnya yang membulat dan panjang mirip kapsul burung ini dijuluku sebagai flying capsul.

08 May 2017

Mengenal Elang Bondol, Haliastur indus (Boddaert, 1783)

ELANG BONDOL
Haliastur indus (Boddaert, 1783)
http://4raptor.wordpress.com 
Burung berukuran sedang, 45 cm, berwarna putih coklat pirang. Dewasa: Kepala, leher, dan dada putih. Saap punggung, ekor dan perut coklat terang. Terlihat kontras dengan bulu primer yang hitam. Seluruh tubuh remaja kecoklatan mirip Elang Paria (Milvus migrans) dengan coretan pada dada.

04 May 2017

Elang Jawa, Sang Garuda Yang Kian Merana



Elang Jawa Nisaetus bartelsi (sebelumnya Spizaetus bartelsi) adalah satu-satunya jenis burung yang ditetapkan sebagai Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Elang jawa tampil sebagai representasi Garuda karena kemiripannya dengan lambang negara kita. Surat Keputusan Presiden pada tahun 1993 telah jelas mengatur dan menetapkan si jambul dari Jawa ini sebagai Simbol yang harus dilestarikan.

29 April 2017

Elang Tikus | Elanus caeruleus | Black-winged Kite

Elang Tikus (Elanus caeruleus) atau Black-winged Kite merupakan burung Elang berukuran kecil yakni 35 - 38 centimeter. Persebarannya cukup luas mulai dari Semenanjung Iberia, Arabia, Pakistan, New Guniea, Asia Tenggara hingga Indonesia. 



Terdiri dari 4 anak jenis (subspesies) dengan daerah persebaran:

Adopsi Sarang Burung