Showing posts with label Mamalia. Show all posts
Showing posts with label Mamalia. Show all posts

03 June 2025

Pertemuan Tak Terduga dengan Linsang di Hutan Agro Setiu

Beberapa malam lalu, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2025, kami mengikuti kegiatan pengamatan malam di Hutan Agro Setiu, Kuala Terengganu, Malaysia, disela-sela summit BEAT Co-Creation. Bersama teman-teman dari tim BEAT 1 dan 2 serta rekan-rekan dari WCS Asia, kami menyusuri hutan dengan penuh rasa ingin tahu. Tapi siapa sangka, malam itu akan menjadi malam yang sangat istimewa.

Banded lingsang tetap tenang meskipun di depannya banyak mata yang sedang mengawasinya!

Sosok Misterius di Tengah Hutan

28 December 2022

Kukang sumatra, Nycticebus coucang, Sunda Slow Loris | Braja Harjosari (TNWK), Lampung Timur

Kukang sumatra atau Nycticebus coucang primata malam yang kerap melintasi kabel aliran listrik di Desa Braja Harjosari ini menjadi daya tarik bagi kegiatan wisata desa di malam hari. Wisatawan akan diajak mengamati kehidupan satwa malam yang berukuran kecil ini. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di desa ini sejalan lebih maju dengan desa-desa yang lain. Mereka bisa melihat potensi keanekaragaman satwa di desanya sebagai daya tarik wisata minat khusus. Salah satunya dengan pengamatan satwa malam.




24 December 2022

Rusa timur, Javan Deer, Rusa timorensis bermahkota rumput

Rusa Timor (Rusa timorensis), siapa sih yang tidak kenal dengan mamalia bertanduk yang bercabang-cabang itu?

Ya, Indonesia memiliki beberapa jenis Rusa yang salah satunya adalah Rusa Timor yang bisa kita jumpai di Pulau Jawa diantaranya di Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Alas Purwo. Seperti yang saya foto ini. 

Rusa jantan dengan topi rumput untuk menarik betina.
Hewan pemamah biak ini ternyata memiliki perilaku yang menurut saya cukup menarik untuk diamati. Rusa jantan akan menggaruk-garukan tanduknya ke semak atau rumput hingga rumput-rumput itu tersangkut menyerupai mahkota. Tujuannya adalah untuk menarik rusa betina.

08 November 2022

Banteng, Bos javanicus; Alas Purwo

Banteng (liar) atau Bos javanicus ini merupakan jenis mamalia yang masih satu kerabat dengan sapi dan bisa ditemukan di berbagai wilayah di Asia Tenggara. Kalau di desa saya, penyebutan banteng biasanya hanya berlaku untuk sapi berjenis kelamin jantan. Untuk semua ras sapi berjenis kelamin jantan di desaku akan disebut Banteng.
Berbeda dengan banteng yang hidup liar di hutan ini ya. Di Pulau Jawa kita punya satu jenis banteng liar yang mungkin populasinya dapat dilihat dengan baik di 4 taman nasional yang ada di Jawa yaitu Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Alas Purwo.
Status konservasinya saat ini berada pada posisi yang terancam punah. IUCN memasukan banteng jawa dalam kategori Genting (Endangered). Diperkirakan populasinya mengalami penurunan yang diakibatkan faktor perburuan, gangguan habitat, persaingan dengan hewan lain, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, dan kehilangan habitat mejadi ancaman utama bagi jenis ini.

sekelompok banteng jawa betina di Alas Purwo sedang merumput di Savanna Sadengan

Banteng jawa, Jantan dewasa di TN Alas Purwo

Tahun ini banteng menjadi tema dalam perayaan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dipasangkan dengan Gaharu. Semoga dengan upaya konservasi yang terus diupayakan oleh Pemerintah dapat melestarikan populasi Banteng di Indonesia.

03 June 2021

Sekilas mengenal Rekrekan, Surili Jawa di Taman Nasional Gunung Merbabu

Surili jawa (Presbytis comata) merupakan jenis primata endemik Pulau Jawa yang statusnya kian terancam punah dengan status keterancaman saat ini Endangered atau Genting menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources).

Bertengger pada pohon Kirinyu

Jenis monyet pemakan daun ini dikatakan endemik karena memang distribusinya terbatas hanya ada di pulau jawa saja. Itupun dari ujung barat sampai ujung timur jawa Surili hanya ditemukan di Jawa Tengah saja dengan distribusi paling timur di Gunung Merbabu. 

Terdapat dua sub-spesies surili jawa yang dapat kita jumpai yaitu Presbytis comata comata yang distribusinya di Jawa Barat dan Presbytis comata fredericae yang ditemukan di hutan dataran tinggi Jawa Tengah. Sub-spesies fredericae ini di jawa tengah kemudian dipanggil dengan nama Rekrekan. 

10 July 2020

Mengamati Siamang Liar di Hutan Lampung, Sumatera

Siamang (Symphalangus syndactylus), kera hitam yang terancam punah. Apa penyebabnya? Perburuan dan semakin berkurangnya hutan alami yang menjadi habitat, rumah tinggal mereka.
Saya mengenal yang namanya kera hitam siamang sejak tahun 2003 dan sudah beberapa kali mengamati mereka di hutan. Hanya saja waktu itu belum sempat mendokumentasikan.

Hari ke 14 (empatbelas) di bulan April tahun 2018 berkesempatan mengikuti kegiatan di daerah Kota Agung, Lampung. Satu keluarga kecil siamang yang terdiri dari satu jantan dan betina dewasa, satu remaja dan satu anakan. Mereka terlihat di salah satu pohon di diantara rerimbunan pohon yang sudah terkepung oleh luasnya kebun kopi. 


Sebagai informasi, 

31 May 2019

Beruntung Bisa Bertemu Simpai Liar di Hutan

Simpai (Presbytis melalopos) | Kota Agung, Lampung | 2018


Simpai atau orang lokal sering menyebutnya sebagai Monyet Putih merupakan spesies primata dari family Cercopithecidae yang terancam punah. IUCN Redlist, sebuah badan konservasi dunia memasukan jenis ini dalam kategori Genting (Endangered). Status populasinya di alam terus mengalami penurunan yang diakibatkan oleh Perburuan dan semakin menyempitnya hutan yang menjadi habitatnya.

02 November 2017

Owa Jawa, Silvery Gibbon, Hylobates moloch (Audebert, 1798)

Suatu pagi 2 (dua) individu Owa Jawa (Hylobates moloch) sedang mencari makan di pohon sejenis pohon sukun di area Aneka Tambang, Ponkor, Bogor, Jawa Barat ( 12/07/2012). 
Dewasa/adult
Owa Jawa atau Javan Silvery Gibbon satu-satunya Primata dari keluarga Hylobatidae yang hidup di Pulau Jawa. Secara international status konservasinya Genting terhadap kepunahan.

08 May 2017

Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)

Berikut ini merupakan beberapa dokumentasi Lutung Jawa (Trachypitecus auratus) ketika berkegiatan di wilayah Timur Jawa alias Jawa Timur. Menurut para ahli, Lutung Jawa dibagi dua anak jenis (sub-spesies) yakni Jawa bagian Barat dan bagian Timur. 
Ijen , Jawa Timur 

Adopsi Sarang Burung