![]() |
Suatu kebanggaan bisa mendokumentasikan burung ini dengan sisa bulu berbiak yang masih bisa terlihat. cari-ciri itu hanya akan terlihat untuk burung-burung dewasa yang datang lebih awal ke Muara Sungai Progo, Yogyakarta.
Muara Progo, 24/09/2022
Burung pantai migrant ini akan singgah di Muara Sungai Progo yang ada di pantai selatan Yogyakarta. Burung dengan nama ilmiah Limosa limosa ini akan singgah sementara di lokasi itu untuk mencari makan dan menggemukan badannya dan melanjutkan migrasinya ke Austalia hingga Selandia Baru.
Awal musim migrasi ini jumlah individu yang teramati di Muara Sungai Progo berjumlah 26 individu. Caccah tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah dokumentasi pada tanggal 24 September 2022 menggunakan kamera Nikon 1v2 dan Lensa Sigma 150-500mm.
Musim migrasi sudah dimulai. Sudah sejak bulan September ini beberapa spesies mulai berdatangan di wilayah desa Banaran hingga muara sungai progo yang berada di antara kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Bahkan untuk jenis burung Trinil (Tringa glareola) semak sudah mulai terdengar suaranya melintas di atas rumah kami sejak bulan Agustus.
Jenis satu ini misalnya, Trinil ekor-kelabu (Tringa brevipes) ini sudah sejak minggu kedua di bulan september ini terpantau di Muara Sungai Progo. Sejauh pantauan kami jenis ini tercatat minimal ada 5 individu yang kami lihat di sekitar muara. Burung trinilekor-kelabu ini termasuk burung pantai pertama yang berhasil saya identifikasi ketika awal dulu menyukai kegiatan pengamatan burung. Pertama kali mengidentifikasi trinil ekor-kelabu dulu di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Propinsi Banten.
| Trinil ekor-kelabu difoto di Pulau Panaitan tahun 2009 menggunakan digiscoping |
Berikut ini foto Trinil ekor-kelabu yang kami dokumentasikan tanggal 22 September 2022, minggu lalu di muara sungai progo.
![]() |
| 22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500 |
![]() |
| 22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500 |
![]() |
| 22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500 |
![]() |
| Juvenile, 22.09.22 | Nikon 1v2, Sigma 150-500 |
Bali, Oktober 2015
Ini merupakan koleksi foto tahun 2015 sewaktu diundang kawan-kawan Satwa Alam Bali dan Biologi Udayana untuk berbagi cerita tentang Migrasi Raptor di Indonesia. Kebetulan waktu itu berbarengan dengan kegiatan Festival Migrasi Burung Pemangsa 2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi Udayana bekerjasama dengan kawan-kawan Satwa Alam Bali.
Nah, pada kesempatan itu kemudian diajaklah saya ke BTDC Lagoon Nusa Dua Bali yang banyak jenis burung airnya. Salah satunya Pecuk-padi Belang (Microcarbo melanoleucos) ini.
![]() |
| Little Pied Cormorant, Canon 1000D, 70-300 Thamron |
![]() |
| Little Pied Cormorant, Canon 1000D, 70-300 Thamron |
![]() |
| Little Pied Cormorant, Canon 1000D, 70-300 Thamron |
Waktu itu saya pakai kamera lama istri dan lensa pinjam ke kawan di Jogja. Kamera Canon semasa istri kuliah dan waktu itu masih bisa digunakan. Hehehe,.
Sabtu pagi, 14 Mei 2022, keputusan mengunjungi (kembali) Laguna Trisik di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo itu baru muncul seketika kami selesai sarapan. Arkan begitu antusias ketika saya bilang "Le, kita ke laguna trisik yuk! kita cari Cekakak Suci. Sana bilang sama ibu!". Arkan langsung mbisik'i ibunya.
Berangkatlat kami bertiga mengendarai Honda Beat merah melewati jalur lintas selatan jogja yang belum tersambung hingga Bantul. Sawah-sawah di kanan dan kiri jalan sudah mulai tanam padi. Beberapa sudah panen, bahkan mulai digarap kembali.
Kami lewat jalur yang menuju muara sungai progo. Di sebelah kiri jalan cor itu ada satu genangan air mirip telaga yang biasanya didatangi oleh burung Raja-udang biru (Alceo coerulescens). Dan benar saja, dua individu saling berebut sebilah bambu untuk bertengger. Kemungkinan itu sepasang. Atau bisa jadi sama-sama jomblo juga. Siapa yang tahu!,. hehe.
Belum juga kami puas mengamati siburung biru itu datang dua bapak-bapal membawa jaring ikan masuk ke kolam itu. Bubrah wes manuke!! Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju Laguna Trisik.
Sesampainya di Laguna beberapa raja-udang biru terlihat bertengger pada bilah-bilah bambu yang sengaja ditancapkan oleh pemancing. Selain raja-udang terpantau juga Blekok sawah (Ardeola speciosa). Saya memarkirkan sepeda motor di sebelah barat laguna.
Baru saja kami memarkirkan sepeda motor terlihat satu burung terbang menjauhi kami. Burung dari kelompok Columbidae berwarna coklat karat. Ukurannya sebesar pergam. Sebuah penampakan yang tidak pernah terlihat. Kami coba kembali mencari burung tersebut dengan menyusuri jalan setapak diantara tanaman Cemara udang. Tidak jauh dari lokasi kami tampak burung yang kami lihat bertengger pada satu pohon cemara. Saya coba mengamankan perjumpaan itu dengan memotret sebanyak mungkin untuk mendapatkan hasil gambar yang bisa diidentifikasi.
Dari hasil jepretan kamera diketahui itu jenis Uncal kouran (Macropygia ruficeps). Karena ini merupakan catatan pertama bagi saya maka untuk memastikan apakah ada yang sudah pernah lihat keberadaan jenis ini di pesisir selatan jogja, saya kirimkan foto jenis ini ke group whatsapp Jogja Birding. Media komunikasi teman-teman pengamat burung di Jogja. Dari tanggapan dalam group itu disimpulkan belum pernah ada catatan perjumpaan jenis ini di dataran rendah.
Phonescoping through Kowa Spotting Scope and Redmi Note (android smartphone)
The photos were taken at Wisdom Park, Gadjah Mada University, Sleman Regency, Yogyakarta (Kingdom) Province with the distance about 50 meters.