18 November 2017

Kangkok Ranting, Oriental Cuckoo, Cuculus saturatus (Blyth, 1843)

Burung Kangkok Ranting atau Oriental Cuckoo ini merupakan burung yang unik. Burung dengan nama ilmiah Cuculus saturatus (Blyth, 1843) ini sama seperti jenis-jenis yang lain dari kelompoknya. Menitipkan telurnya di sarang burung lain untuk dierami sampai menetas. Bahkan sampai pengasuhan anaknya oleh burung lain. 

Beruntung, hari terakhir kegiatan di Merbabu bulan september lalu berhasil mendokumentasikan jenis ini. Biasanya hanya mendengar suaranya saja. 

Merbabu 29 September 2017

17 November 2017

Capungsambar garis-hitam, Scarlet Skimmer, Crocothemis servilia Drury, 1770

Capungsambar garis-hitam, Scarlet Skimmer, Crocothemis servilia Drury, 1770
Banaran, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Banaran, 18 oktober 2017

Banaran, 18 oktober 2017

Cerek Kalung-kecil, Little Ringed Plover, Charadrius dubius Scopoli, 1786

Burung kecil tapi tangguh. Terbang dari belahan bumi utara bermigrasi ke selatan. Ini merupakan foto pertama untuk musim di tahun ini (2017). Beberapa individu teramati sedang mencari makan di area persawahan Banaran, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Merupakan pengunjung yang rutin di kawasan Trisik.

Banaran, 18 oktober 2017

Banaran, 18 oktober 2017

Banaran, 18 oktober 2017

Perenjak Rawa, Yellow-bellied Prinia, Prinia flaviventris (Delessert, 1840)

Burung pembuka pada saat kegiatan pemantauan burung pantai migran bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta di bulan Oktober 2017. Namanya Perenjak Rawa atau dalam bahasa ilmiah Prinia flavivetris. Merupakan burung yang umum di kawasan Sungai Progo, Yogyakarta. Bisa dibilang burung ini cukup pemalu. Tinggal di rerumputan yang tinggi atau gelagah, tidak terlihat kecuali ketika bernyanyi. 

Perenjak Rawa | Yellow-bellied Prinia | Prinia flaviventris (Delessert, 1840)

17 oktober 2017

17 oktober 2017

15 November 2017

Bondol Taruk, Black-faced Munia, Lonchura molucca (Linnaeus, 1766)

Jenis bondol endemik dari daratan Nusa Tenggara.  jenis ini terdiri atas 2 sub-spesies dengan daerah persebaran:


  1. Lonchura molucca molucca ( Linnaeus, 1766) – Kep. Talaud, Sangihe, Siau, Ruang, Sulawesi (ke Selatan sampai Kalao, Kalaotoa dan Tukangbesi), Kep. Sula, dan Maluku dari Morotai dan Halmahera ke Selatan sampai Buru, Seram, Tayandu dan Kai.
  2. Lonchura molucca propinqua ( Sharpe, 1890) – Kep. Kangean, Lembongan dan Nusa Penida (di Selatan P. Bali), Sumbawa, Komodo, Sumba, Flores, Paloe, Besar, Adonara, Pantar, Alor, Timor and Tanimbar).


Lonchura molucca propinqua. Ende/NTT  10.10.17
Lonchura molucca propinqua. Ende/NTT  10.10.17

13 November 2017

Tikusan Merah, Ruddy-breasted Crake, Porzana fusca (Linnaeus, 1766) #phonescoping

#PHONESCOPING
My firs photograps atau foto pertama saya untuk jenis Tikusan Merah. Menurut saya untuk bisa menemukan burung berkaki merah ini lumayan sulit. Aktivitasnya yang berada di dalam semak dan rerumputan lahan basah membuatnya susah ditemukan. 
Bisa dapat 2 frame saja dengan menggunakan metode Phonescoping itu sudah sangat bersyukur. 

Porzana fusca, Pagak, Purworejo 12.11.17

Porzana fusca, Pagak, Purworejo 12.11.17

02 November 2017

Anggrek Petak, Zeuxine petakensis J.J.Sm. 1931

Anggrek Tanah dengan catatan sangat jarang di Jawa. Catatan pertama untuk jenis ini ditemukan di pekarangan warga lereng selatan merapi di Dusun Turgo, Purwobinangun, Sleman.

Foto ini menjadi catatan kedua untuk lokasi penemuan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Ditemukan di Dusun Kembang Soka, Jatimulyo, Kulon Progo.


Adopsi Sarang Burung