Burung Cerek-pasir besar merupakan jenis burung pantai migrant yang rutin singgah di Muara Sungai Progo dan wilayah pesawahan di Desa Banaran, Galur, Kulon Progo.
![]() |
| Greater Sand Plover, Delta River Progo |
![]() |
| Greater Sand Plover, Delta River Progo |
Burung Cerek jawa, Charadrius javanicus, merupakan jenis burung pantai yang dilindungi di Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara ini. Meskipun saat ini kondisinya jauh dari perlindungan sih,.. hehe.
![]() |
| Javan Plover | Trisik Lagoon | July 2015 |
Dulu, burung pantai ini hanya ditemukan di wilayah Jawa dan Bali saja. Kemudian dengan banyaknya kegiatan pengamatan di berbagai lokasi temuan-temuan di lapangan seperti di Sumatra, Bangka Belitung, Sulawesi, Nusa Tenggara, bahkan sampai ke Timor Leste untuk wilayah timur dan barat hingga ke Singapura (Taufiqurrahman, et.al 2022).
Muara Sungai Progo (sisi timur), Poncosari, Bantul 9.10.2022
Burung ini dulu masuk dalam golongan Kuntul dengan nama Kuntul Besar. Entah sejak kapan saya juga kurang tahu kapan kemudian jenis ini masuk ke golongan cangak. Di lapangan terkadang sulit membedakan mana yang Cangak Besar (Ardea alba) dan mana yang Kuntul kecil (Egretta garzetta). Apalagi kalau posisinya jauh. Ciri mencoloknya sih kalau cangak besar posisi leher seperti membentuk huruf "S" dan garis pada paruh terlihat hingga belakang mata. Nah, jika beruntung melihat cangak besar sedang bareng sama Cangak abu (Ardea cinerea) akan kelihatan tuh ukuran tingginya sama.
![]() |
| Great Egret, Muara Progo, 9.10.22 |
![]() |
| Great Egret, Muara Progo, 9.10.22 |
Poncosari, Bantul, Yogyakarta 22 September 2022
![]() |
| Juvenile, Poncosari 22.09.2022 |
Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki warna kemerahan atau terkadang terlihat agak ke-oranye. Masih satu keluarga dengan Scolopacidae, dari genus Tringa. Pengunjung yang umum dan rutin di Muara Sungai Progo hingga pesawahan Desa Banaran di Kulon Progo, Yogyakarta. Mereka yang bermigasi dari wilayah bumi bagian utara ini singgah sementara pada saat perjalanan migrasinya. Keperluan mereka singgah sama seperti ketika manusia dalam misi perjalanan jauh kemudian berhenti di rest area, mencari makan, setelah dirasa cukup maka kembali melanjutkan perjalanan.
Minggu 9 Oktober 2022 sekitar pukul 15.30 wib sampai di Muara Progo. Di sana sudah ada Fatih, mahasiswa biologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sedang melakukan pengamatan dan pendataan burung pantai migrant di lokasi tersebut untuk penelitian skripsinya.
Di tengah, di hamparan lumpur sungai itu terlihat sekitar 33 individu burung Biru-laut ekor-hitam sedang mencari makan. Beberapa burung lain mengikuti rombongan itu. Ada dua individu jenis Kedidi yang nyempil di antara biru-laut. Saya foto dan dilihat dari hasil rekaman kamera jenis itu kemudian teridentifikasi sebagai Kedidi jari-panjang atau Calidris subminuta.
Berikut fotonya!
![]() |
| Long-toed Stint | Muara Progo, Yogyakarta | 09.10.2022 |
![]() |
| Long-toed Stint | Muara Progo, Yogyakarta | 09.10.2022 |
Burung pantai yang lebih suka menghabiskan waktunya di air. Bahkan di tengah laut sekalipun burung ini suka berenang. Namanya Kaki-rumbai kecil (Phalaropus lobatus) umumnya sih kelihatan di sekitar Pantai Trisik dan Muara Sungai Progo itu di akhir-akhir musim migrasi (Nov - Des). Nah, di awal musim migrasi ini sudah ada 5 individu yang terpantau di sekitar muara sungai progo.