21 September 2018

Elang Brontok, Crested Hawk Eagle, Nisaetus cirrhatus (Gmelin, JF, 1788) #phonescoping

Elang brontok (Nisaetus cirrhatus) ini saya foto di Taman Nasional Alas Purwo. Posisi berada di area Rowobendo yang tidak jauh dari Tempat Penarikan Retribusi (TPR). Di foto menggunakan smartphone android Xiaomi Redminote 4 yang saya kombinasikan dengan Kowa Spotting Scope TSN-4 dengan universal adapter. 




31 March 2018

Cinenen Pisang, Common Tailorbird, Orthotomus sutorius (Pennant, 1769)

Sudah beberapa hari ini burung ini setiap pagi selalu ramai di samping rumah kami di Lendah, Kulon Progo (26/03/18). Kebetulan rumah kami ada tanah kosong yang isinya hanya tanaman rumput dan beberapa tanaman pohon kayu keras dan pohon kelapa. Cinenen Pisang Orthotomus sutorius menjadi jenis burung yang paling sering muncul seperti yang terjadi beberapa hari ini.
Hanya beberapa frame saja yang berhasil saya abadikan dengan kamera prosumer yang selalu menjerit ketika saya tarik zoomnya.





01 March 2018

Elang-alap Cina, Chinnese Sparrowhawk, Accipiter soloensis (Horsfield, 1821) - Phonescoping

Saya sudah mulai keasikan dengan mainan satu ini. Phonescoping. Hari senin lalu (26/02/18) secara kebetulan memang, disaat sedang mencari Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) yang dilepasliarkan di Bunder, Gunungkidul, ada satu individu Elang-alap Cina Accipiter soloensis yang bertengger di pohon Jabon. Lumayan lama jadi masih bisa dapat beberapa frame foto dan footage video,. 

Spotting scope: Kowa TSN 4 dengan Eyepiece TE 14WD 30x widezoom yang saya padukan dengan Xiami redminote 4. Hasilnya lumayan,. 




15 January 2018

Udang Api, Burung Pembuka di Awal Tahun 2018

Hari minggu,14 Januari 2018 adalah awal yang baik untuk peruntungan saya dengan burung yang ada di Kembang Soka, Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Sebelum memulai pembangunan kandang habituasi untuk Elang-ular Bido (Spilornis cheela) yang akan dilepaskan, saya dan Mas Kir mampir sejenak ke lokasi Burung Udang Api (Ceyx erithaca rufidorsa) sering menghabiskan waktunya untuk mengintai mangsa. 

Dari kejauhan Mas Kir nampak mengeluarkan kamera dan berjalan mengendap. Saya sudah menduga kalau beliau pasti melihat si merah imut itu. Saya pun akhirnya mengeluarkan kamera dan mendekati mas kir. Benar saja, burung dengan nama inggris Oriental Dwarf Kingfisher itu sedang bertengger di dahan pohon salak. 

Mungkin sudah mengetahui gerak-gerik kami sehingga belum sempat shutter kamera kami tekan dia lebih dulu terbang. Tapi mungkin karena memang peruntungan kami sedang baik pada saat itu, si burung hanya pindah beberapa meter saja. Alkhamdulillah, meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapakn tapi masih ada beberapa yang layak tampil ke khalayak ramai. 




Burung-burung lain seperti Cabai Bunga Api, Empuloh Janggut, dan jenis-jenis lain menjadi bonus yang luput dari jepretan kamera. Saya termasuk orang yang tidak ngoyo untuk mendapatkan foto burung bagus disela-sela pengamatan. Dapat syukur, ndak dapat ya tidak apa-apa. Disisi lain, peralatan juga kurang memadai. 

Cabai Bunga Api (Dicaeum trigonostigma) Jantan. Kembang Soka 14.01.2018
Cabai bunga api jantan diatas ini merupakan foto yang masuk ke dalam memori kamera. Pejantan ini bertengger agak sedikit lama jadi ada kesempatan untuk mendokumentasikannya. Burung-madu Jawa (Aethopyga mystacalis) luput dari jepretan. Terlalu gesit. 

Empuloh Janggut (Alophoixus bres). Kembang Soka 14.01.2018
Empuloh Janggut (Alophoixus bres) diatas ini juga foto iseng saja. Dia tidak mau keluar dari susunan ranting-ranting itu. Meski demikian tetap bersyukur. Pembuka tahun (meskipun sudah tengah bulan) 2018 dibuka dengan si merah imut dari negara api.

12 January 2018

Cipoh Kacat, Common Iora, Aegithina tiphia (Linnaeus, 1758)

Orang jawa khususnya Yogyakarta memberinya nama burung Sirtu karena karakter suaranya. Beda lagi di Banyumas. Di Banyumas burung dengan warna bulu dominan hijau ini namanya Sidum atau Sirdum.

Cipoh Kacat, Common Iora, Aegithina tiphia (Linnaeus, 1758).




Phonescoping - Kedasi Australia, Horsfield’s Bronze Cuckoo, Chrysococcyx basalis (Horsfield, 1821)

Burung kecil berukuran kurang dari 15 (limabelas) centimeter ini bukanlah burung asli Indonesia. Kedasi Australia atau Horsfield's Bronze Cuckoo ini memiliki nama latin  Chrysococcyx basalis (Horsfield, 1821). Diketahui berkembangbiak di Australia dan Tasmania, saat musim dingin bermigrasi ke utara menuju Semenjung Malaysia dan Sunda Besar.

Burung ini difoto di kawasan wisata mangrove Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan telepon genggam Xiaomi Redminote 4 yang dikombinasi dengan Monokuler. Metode ini disebut Phonescoping.



Phonescoping - Cangak Abu, Grey Heron, Ardea cinerea Linnaeus, 1758

Burung Cangak Abu atau Grey Heron dengan nama latin Ardea cinerea Linnaeus, 1758. Burung air yang cukup umum di pesisir selatan Yogyakata khususnya di kawasan Trisik. Semua foto diambil menggunakan telepon genggam Xiaomi Redminote 4 yang dikombinasi dengan Monokuler. Metode ini disebut Phonescoping. Difoto disuatu pagi di Laguna Trisik desa Banaran, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.




Adopsi Sarang Burung